Jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan tentang Tuberkulosis dan aplikasi SANTER TB
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB biasanya menyerang paru-paru, tetapi bisa juga menyerang organ tubuh lainnya.
TB menular melalui udara ketika penderita TB aktif batuk, bersin, atau berbicara. Droplet yang mengandung bakteri TB terhirup oleh orang lain. Namun tidak semua orang yang terpapar akan langsung sakit.
Gejala TB paru antara lain: batuk berdahak selama >2 minggu, batuk darah, demam meriang >1 bulan, keringat malam tanpa kegiatan, nyeri dada, sesak nafas, berat badan turun, dan nafsu makan menurun.
Pengobatan TB menggunakan kombinasi antibiotik selama 6-9 bulan (untuk TB sensitif obat). Pasien harus minum obat secara teratur setiap hari sesuai jadwal. Jangan pernah berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter.
Efek samping yang umum: urine berwarna merah/oranye (normal), mual, sakit perut, ruam kulit. Efek serius (segera hubungi dokter): kuning pada mata/kulit, demam tinggi, nyeri sendi, gangguan penglihatan.
TB MDR (Multi Drug Resistant) adalah TB yang resisten terhadap setidaknya dua obat TB lini pertama terkuat (Rifampisin dan Isoniazid). Pengobatan TB MDR lebih lama (9-20 bulan) dan menggunakan obat lini kedua.
Pengobatan TB sensitif obat biasanya 6-9 bulan (2 bulan fase intensif + 4-7 bulan fase lanjutan). Untuk TB MDR, pengobatan bisa 9-20 bulan tergantung regimen yang digunakan.
TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis) adalah pemberian obat pencegahan TB untuk orang yang terinfeksi TB tetapi belum sakit. Tujuan TPT adalah mencegah berkembangnya TB aktif.